Dulu sekali saya pernah posting terkait just Allah oriented, ternyata itu adalah part 1 ku. Saat ini aku merasa seperti D'javu di mana aku dihadapkan pada kondisi "sebenarnya kamu mengejar apa sih? ". Jujur aku bukan orang yang haus akan validasi. Menurutku validasi itu tidak akan merubah takdirku, toh aku juga tidak tinggal di daerah asal ku.
Tapi aku sadar, aku sekarang tinggal di lingkungan yang ternyata haus validasi. Buatku itu tak mengapa asalkan bukan aku orangnya. Terkadang aku hanya kasihan, sebenarnya tujuan kita beramal itu apakah untuk semata mata untuk dilihat manusia?
Jujur aku, akui bahwa aku bukanlah orang suci dan alim. Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Namun, ada hal yang membuatku tergelitik untuk menulis tulisan ini. Hmm, ternyata meluruskan niat itu tidaklah mudah. Jujur aku juga masih sering update status. Sama sekali bukan ingin menunjukkan eksistensi ku, hanya saja aku tidak ingin terlihat "tidak bekerja". Apalagi di tengah-tengah kesibukan tuntutan beberapa bulan ini yang begitu tinggi. Dalam hatiku terdalam aku sungguh tidak ada niatan untuk dipuji. Hanya mengshare tugas2 yang aku jalani.
Ternyata tidak semua orang menyukai itu, akhirnya aku sadar bahwa meluruskan niat itu adalah hal yang paling penting. Niat itu karena Allah, karena jika suatu adalah bukan diniatkan karena Allah, maka semua pekerjaan akan sia-sia. Semua amal akan tidak berpahala jika dilakukan dengan sengaja hanya untuk dilihat atau dipandang manusia..
