Tahun 2026 merupakan tahun Sensus yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali (berakhiran angka 6). Namun, sensus kali ini sungguh sangat berbeda. Banyak sekali cerita tentang sensus ini. Jujur, it's my first time as long as i job, menjadi seorang PJ Kecamatan untuk sensus kali ini. Kecamatan yang saya pegang saat ini adalah Kecamatan Bantar Gebang. Saya yakin yang terlintas pertama kali dalam benak setiap orang ketika mendengar kata Bantar Gebang adalah Gunungan Sampah yang tingginya mencapai gedung pencakar langit. Hmm, memang tak salah, Bantar Gebang adalah salah satu kecamatan yang terletak di ujung Kota Bekasi. Di mana merupakan tempat pembuangan akhir sampah-sampah yang tidak hanya ada di Kota Bekasi tetapi juga Kota Jakarta.
Banyak cerita yang mungkin akan sangat panjang jika diuraikan satu persatu. Mulai dari keluar SK PJ Kecamatan, Kesimpangsiuran akan Sensus Ekonomi yang ini jadi atau tidak, ketersediaan anggaran, dll sampai di akhir pendataan adalah rangkaian yang kita lalu dengan tertatih-tatih. Pun juga saat rekrutmen petugas, banyak calon petugas yang mendaftar ke akun manajemen Mitra tidak bisa mengakses karena jaringan crowded. Namun, para calon pendaftar tetap semangat di tengah hiruk pikuk pendaftaran yang katanya sampai tengah malam menjelang pagi.
Petugas Mitra yang mendaftar berikutnya akan diseleksi secara administrasi dan kompetensi sampai akhirnya mereka tandatangan pakta integritas. Kemudian, barulah dilatih dalam Pelatihan Sensus Ekonomi yang berlangsung dan dibagi dalam tiga gelombang. Maasyaa Allah kalau diingat-ingat mungkin saya tidak akan sanggup tanpa pertolongan dari Allah. Karena sebelum pelatihan, saya sempat terkena Gerd dan harus bed rest selama hampir 2 minggu. Bukan sekedar maaf biasa, sepertinya akut karenaku saya sampai cek EKG karena rasa sakitnya sampai ke jantung.
Allah Yang Maha Kuasa memberikan keajaiban-keajaiban di luar nalar manusia. Jujur, amanah yang saya pikul tahun ini begitu besar, hingga mungkin itu penyebab saya sakit. Beberapa tugas berat selain sebagai PJ adalah ketua tim, ketua sekretariat, ketua pilar, dan PML Usaha Besar. Tanpa pertolongan dari Allah, sungguh saya tidak akan sanggup memikulnya. Karena semua berjalan hampir berbarengan dalam satu waktu. Saya hanya bisa pasrah, sy bukan tipikal orang yang membebani anggota tim saya selagi saya masih mampu mengambil porsi terbesar yang menurut saya mampu saya kerjakan sendiri. Saya lebih banyak ga enakannya daripada sy harus banyak merepotkan orang lain.
Ada 4 kelurahan di Bantar Gebang yaitu Kelurahan Ciketingudik, Cikiwul, Sumur Batu, dan Bantar Gebang. Hikmah menjadi PJK adalah saya jadi mengetahui banyak karakteristik orang dari masing-masing kelurahan. Mereka punya cara sendiri untuk menyelesaikan sensus yang harus mereka submit. Tentunya salah satu kendala terbesar yang harus dihadapi petugas adalah masalah submit Fasih. Di awal-awal FASIH itu sampai setiap hari selalu ada update terbarunya. Jadi, pagi sampai sore hari petugas turun lapangan. Malam bahkan sampai pagi mereka submit karena FASIH baru lancar di malam hari.
Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa 👍👍
Ibarat punya anak, setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Begitu juga dengan masing-masing kelurahan. Ada yang begitu disuruh langsung siap laksanakan. Ada yang cepat dan surplus. Ada yang masih lambat sampai harus dikunjungi berulang-ulang baru pada submit. Pembentukan tim juga dirasa sangat penting untuk mempercepat pendataan di lapangan. Karena terkadang jika PPL turun sendiri-sendiri mereka agak minder dan menyebabkan penurunan progress. Kebersamaan akan melahirkan percepatan progress dan keefektifan dalam bekerja. Tidak hanya bekerja sama di lapangan tetapi juga dalam proses submit yang mereka pada bareng-bareng tim. Katanya biar fokus, kalo di rumah malah ga fokus mau submit.
Kendala lainnya belum lagi perusahaan-perusahaan yang susah didata. Jangankan mau ngasih datanya, terkadang penerimaan petugas juga masih sangat kurang. Petugas hanya sampai depan pintu gerbang dan tidak diijinkan bertemu dengan manajer perusahaan. Dokumen ditinggal dan tidak terisi meskipun berulang kali di follow up. Bahkan tidak jarang petugas mengalami penolakan yang tajam dari responden.
Banyak keluarga dan usaha yang salah paham dengan Sensus Ekonomi. Mereka mengalami ketakutan didata karena takut kena pajak dari usaha-usaha mereka. Padahal Sensus ekonomi sama sekali tidak berhubungan dengan pajak dan bertujuan untuk mengupdate data usaha dan keluarga.
Begitulah kiranya perjalanan Sensus ekonomi sampai di titik ini. Dan tentunya tidak akan langsung selesai karena defisitnya masih banyak dan juga anomali-anomali yang terjadi saat pendataan.
But anyway, dengan segala daya upaya petugas alhamdulillah kecamatan Bantar Gebang tertinggi se-Kota Bekasi capaiannya. Kerja keras teman-teman Bantar Gebang membuahkan hasil. Di mana progress capaian tertinggi di kelurahan Ciketingudik. Tetapi tetap kelurahan lain terus ber progress. I'm so proud 👏👏. Ternyata di balik gunungan sampah, banyak orang-orang hebat yang senantiasa kompak untuk menyelesaikan Sensus Ekonomi ini.
Semoga Sensus ekonomi ini berjalan dengan sukses dan semuanya diberikan kesehatan, aamiin yaa robbal'alamiin 🤲🤲
