Read More

Slide 2 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo
Read More

Slide 3 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo
Read More

Slide 4 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo
Read More

Slide 5 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo
Read More

Slide 6 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo

Friday, September 11, 2026

How do i miss my mom and Hometown

Entah kenapa beberapa tahun belakangan ini sebenarnya aku sangat merindukan kampung halamanku. Apalagi semenjak datuk ku meninggal, aku ingin sekali menjadi anak yang berbakti di saat orang tuaku sudah semakin renta. Sebenarnya ada pertanyaan dalam benakku kenapa aku harus berjauhan dengan keluargaku di saat banyak orang dapat seminggu sekali bahkan setiap hari bertemu dengan orang tuanya? Sedangkan aku hanya sekali dalam setahun. Itupun seringnya selalu setelah lebaran. 

Jujur, ada rasa besar ingin balik kampung dan menikmati indahnya alam kampung halamanku. Mungkin di saat pusing atau stress aku bisa meluangkan waktu untuk menikmati keindahan alam menghilangkan rasa penat. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Aku hanya bisa berpasrah. Jika memang suatu hari nanti ada jalannya aku pasti bisa kembali ke kampung halamanku dan memulai hidup baru yang lebih baik. 

Ternyata cinta bisa pudar, dan begitu kau tahu bahwa memang sudah tak sejalan buat apa harus bersama.. 

Read More

Sunday, August 30, 2026

Need: Cara Cepat Melunasi Hutang

Semenjak kejadian ditipu orang ratusan juta, saya memiliki hutang yang nilainya cukup membuat pusing setiap bulan. Ternyata banyak yang harus saya tahan ketika pengeluaran tiap bulan juga harus membayar hutang bulanan. 

Jujur, sy bukan tipikal orang yang suka meminjam uang atau berhutang. Peminjaman ini pun juga karena terpaksa di mana digunakan untuk membeli sebuah aset hunian kecil di kota. Tetapi nilai tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan gajiku yang imut. Hmm, trnyata begini rasanya punya hutang. Rasanya pengen cepat-cepat di lunasin tapi apa daya tangan tak sampai. Butuh waktu bertahun-tahun supaya hutang tersebut bisa lunas. 

Banyak urgensitas yang harus dikeluarkan setiap bulan dan ternyata memangkas tabungan yang aku irit2 untuk pembayaran uang daftar ulang tahunan anak-anak. Aku hanya bisa menghela nafas panjang.. Belum lagi kebutuhan-kebutuhan di luar rumah tangga. 

Kalau dihitung mungkin sekitar 5-6 tahun lagi hutang tersebut baru akan lunas. Tapi entah kenapa rasanya ingin cepat-cepat lunas supaya bisa punya tabungan lagi. 

Pengen punya usaha sampingan, tp pembantu bentar lagi resign. Hmm.. Mudah2an ada jalan ya Allah. Aamiin 🤲 tapi aku harus tetap bersyukur..

Ya Allah semoga hutang-hutang ini cepat lunas, aamiin 🤲🤲🤲

Read More

Saturday, August 29, 2026

Sensus Ekonomi 2026 dan Seribu Cerita dari Bantar Gebang

Tahun 2026 merupakan tahun Sensus yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali (berakhiran angka 6). Namun, sensus kali ini sungguh sangat berbeda. Banyak sekali cerita tentang sensus ini. Jujur, it's my first time as long as i job, menjadi  seorang PJ Kecamatan untuk sensus kali ini. Kecamatan yang saya pegang saat ini adalah Kecamatan Bantar Gebang. Saya yakin yang terlintas pertama kali dalam benak setiap orang ketika mendengar kata Bantar Gebang adalah Gunungan Sampah yang tingginya mencapai gedung pencakar langit. Hmm, memang tak salah, Bantar Gebang adalah salah satu kecamatan yang terletak di ujung Kota Bekasi. Di mana merupakan tempat pembuangan akhir sampah-sampah yang tidak hanya ada di Kota Bekasi tetapi juga Kota Jakarta. 

Banyak cerita yang mungkin akan sangat panjang jika diuraikan satu persatu. Mulai dari keluar SK PJ Kecamatan, Kesimpangsiuran akan Sensus Ekonomi yang ini jadi atau tidak, ketersediaan anggaran, dll sampai di akhir pendataan adalah rangkaian yang kita lalu dengan tertatih-tatih. Pun juga saat rekrutmen petugas, banyak calon petugas yang mendaftar ke akun manajemen Mitra tidak bisa mengakses karena jaringan crowded. Namun, para calon pendaftar tetap semangat di tengah hiruk pikuk pendaftaran yang katanya sampai tengah malam menjelang pagi. 

Petugas Mitra yang mendaftar berikutnya akan diseleksi secara administrasi dan kompetensi sampai akhirnya mereka tandatangan pakta integritas. Kemudian, barulah dilatih dalam Pelatihan Sensus Ekonomi yang berlangsung dan dibagi dalam tiga gelombang. Maasyaa Allah kalau diingat-ingat mungkin saya tidak akan sanggup tanpa pertolongan dari Allah. Karena sebelum pelatihan, saya sempat terkena Gerd dan harus bed rest selama hampir 2 minggu. Bukan sekedar maag biasa, sepertinya akut karena saya sampai cek EKG, rasa sakitnya sampai ke jantung. 

Allah Yang Maha Kuasa memberikan keajaiban-keajaiban di luar nalar manusia. Jujur, amanah yang saya pikul tahun ini begitu besar, hingga mungkin itu penyebab saya sakit. Beberapa tugas berat selain sebagai PJ adalah ketua tim, ketua sekretariat, ketua pilar, dan PML Usaha Besar. Tanpa pertolongan dari Allah, sungguh saya tidak akan sanggup memikulnya. Karena semua berjalan hampir berbarengan dalam satu waktu. Saya hanya bisa pasrah, sy bukan tipikal orang yang membebani anggota tim saya selagi saya masih mampu mengambil porsi terbesar yang menurut saya mampu saya kerjakan sendiri. Saya lebih banyak ga enakannya daripada sy harus banyak merepotkan orang lain. 

Ada 4 kelurahan di Bantar Gebang yaitu Kelurahan Ciketingudik, Cikiwul, Sumur Batu, dan Bantar Gebang. Hikmah menjadi PJK adalah saya jadi mengetahui banyak karakteristik orang dari masing-masing kelurahan. Mereka punya cara sendiri untuk menyelesaikan sensus yang harus mereka submit. Tentunya salah satu kendala terbesar yang harus dihadapi petugas adalah masalah submit Fasih. Di awal-awal FASIH itu sampai setiap hari selalu ada update terbarunya. Jadi, pagi sampai sore hari petugas turun lapangan. Malam bahkan sampai pagi mereka submit karena FASIH baru lancar di malam hari. 

Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa 👍👍

Ibarat punya anak, setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Begitu juga dengan masing-masing kelurahan. Ada yang begitu disuruh langsung siap laksanakan. Ada yang cepat dan surplus. Ada yang masih lambat sampai harus dikunjungi berulang-ulang baru pada submit. Pembentukan tim juga dirasa sangat penting untuk mempercepat pendataan di lapangan. Karena terkadang jika PPL turun sendiri-sendiri mereka agak minder dan menyebabkan penurunan progress. Kebersamaan akan melahirkan percepatan progress dan keefektifan dalam bekerja. Tidak hanya bekerja sama di lapangan tetapi juga dalam proses submit yang mereka pada bareng-bareng tim. Katanya biar fokus, kalo di rumah malah ga fokus mau submit. 

Kendala lainnya belum lagi perusahaan-perusahaan yang susah didata. Jangankan mau ngasih datanya, terkadang penerimaan petugas juga masih sangat kurang. Petugas hanya sampai depan pintu gerbang dan tidak diijinkan bertemu dengan manajer perusahaan. Dokumen ditinggal dan tidak terisi meskipun berulang kali di follow up. Bahkan tidak jarang petugas mengalami penolakan yang tajam dari responden. 

Banyak keluarga dan usaha yang salah paham dengan Sensus Ekonomi. Mereka mengalami ketakutan didata karena takut kena pajak dari usaha-usaha mereka. Padahal Sensus ekonomi sama sekali tidak berhubungan dengan pajak dan bertujuan untuk mengupdate data usaha dan keluarga. 

Begitulah kiranya perjalanan  Sensus ekonomi sampai di titik ini. Dan tentunya tidak akan  langsung selesai karena defisitnya masih banyak dan juga anomali-anomali yang terjadi saat pendataan. 

But anyway, dengan segala daya upaya petugas alhamdulillah kecamatan Bantar Gebang tertinggi se-Kota Bekasi capaiannya. Kerja keras teman-teman Bantar Gebang membuahkan hasil. Di mana progress capaian tertinggi di kelurahan Ciketingudik. Tetapi tetap kelurahan lain terus ber progress. I'm so proud 👏👏. Ternyata di balik gunungan sampah, banyak orang-orang hebat yang senantiasa kompak untuk menyelesaikan Sensus Ekonomi ini. 

Semoga Sensus ekonomi ini berjalan dengan sukses dan semuanya diberikan  kesehatan, aamiin yaa robbal'alamiin 🤲🤲






                                            





Read More

Monday, July 20, 2026

Just Allah Oriented (Part 2)

Dulu sekali saya pernah posting terkait just Allah oriented, ternyata itu adalah part 1 ku. Saat ini aku merasa seperti D'javu di mana aku dihadapkan pada kondisi "sebenarnya kamu mengejar apa sih? ". Jujur aku bukan orang yang haus akan validasi. Menurutku validasi itu tidak akan merubah takdirku, toh aku juga tidak tinggal di daerah asal ku. 

Tapi aku sadar, aku sekarang tinggal di lingkungan yang ternyata haus validasi. Buatku itu tak mengapa asalkan bukan aku orangnya. Terkadang aku hanya kasihan, sebenarnya tujuan kita beramal itu apakah untuk semata mata untuk dilihat manusia? 

Jujur aku, akui bahwa aku bukanlah orang suci dan alim. Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Namun, ada hal yang membuatku tergelitik untuk menulis tulisan ini. Hmm, ternyata meluruskan niat itu tidaklah mudah. Jujur aku juga masih sering update status. Sama sekali bukan ingin menunjukkan eksistensi ku, hanya saja aku tidak ingin terlihat "tidak bekerja". Apalagi di tengah-tengah kesibukan tuntutan beberapa bulan ini yang begitu tinggi. Dalam hatiku terdalam aku sungguh tidak ada niatan untuk dipuji. Hanya mengshare tugas2 yang aku jalani. 

Ternyata tidak semua orang menyukai itu, akhirnya aku sadar bahwa meluruskan niat itu adalah hal yang paling penting. Niat itu karena Allah, karena jika suatu adalah bukan diniatkan karena Allah, maka semua pekerjaan akan sia-sia. Semua amal akan tidak berpahala jika dilakukan dengan sengaja hanya untuk dilihat atau dipandang manusia.. 

Read More

Monday, April 06, 2026

Dampak Pengrusakan Toren

 Qodarullah.. 

Di saat sedang berhemat karena harus membayar hutang dan sekolah anak. Begitu kami pulang dari mudik, ada orang yang merusak toren kami. 




Hmm.. 

Sebenernya mungkin terlihat sepele masalahnya, tetapi itu artinya kami harus membayar lebih untuk setiap air yang keluar karena tidak tertampung di toren. Yang biasanya air mengalir 1-2 kali sehari, dengan adanya toren yang dirusak, pengeluaran listrik kami tentunya lebih boros. Di saat itulah sy memutuskan untuk berhemat. 

Ingin rasanya mencari penghasilan tambahan, karena uang bulanan kami semakin menipis untuk bisa menabung dana darurat. Apalagi nanti Maira akan masuk ke SDIT yang SPP bulananannya 550rb. Jujur, bukan karena gengsi sy ingin memasukkan anak2 ke SDIT. Tapi, terasa sangat jauh berbeda kualitas sekolah swasta low budget dengan sekolah swasta medium budget. 

Pun juga kalau dibandingkan dengan sekolah elit, sekolah anak saya masih tergolong menengah. Namun, fasilitas komputer dll cukup baik. Hmm.. Seandainya sekolah seperti itu merupakan standar sekolah di Indonesia. Ga terbayang seberapa besar IPM dan kualitas anak2 di Indonesia. Sangat miris jika membandingkan sekolah swasta dengan sekolah negeri. Tapi, mungkin ini berlaku untuk SD. Semakin ke atas rasanya sekolah negeri juga masih jadi unggulan sekolah favorit. Yah, sy terbesit untuk menyekolahkan anak saya di MAN pasca lulus SMPIT. 

Penghasilan tambahan sy coba2 menjadi affiliator meskipun jarang ada yang CO. Tapi saya harus tetap semangat!!! 

Yah begitulah sekelumit cerita hari ini, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Nya. Dijauhkan dari orang2 yang merusak dan berniat jahat. Semoga rejeki nanti di ganti dengan yang lebih baik. Aamiin aamiin ya Robbal'alamiin. 

Read More

Saturday, March 14, 2026

Ada apa dengan Dunia?

Genderang perang sudah ditabuh.. 

Semua orang panik, semua orang takut

Takut akan naiknya harga bahan bakar minyak

Takut akan kelangkaan sumber daya energi

Takut akan krisis ekonomi

Milyaran orang mulai sibuk untuk menyelamatkan diri dan keluarga mereka

Memasok bahan untuk dijadikan stok

Supaya tidak kekurangan dan hidup tetap berjalan normal

Tetapi ada yang terlupakan

Jika memang sudah takdir, semua bisa hancur. . 


Tak ada yang bisa kita lakukan selain pasrah

Mengupayakan segala yang masih kita miliki

Untuk apa? 

Untuk bisa menjadi orang yang lebih baik

Lebih baik dari segi akhlak, lebih baik dalam beribadah

Karena pada hakikatnya dunia bukanlah tempat tinggal yang kekal abadi

Dunia hanyalah tempat persinggahan untuk menguji keimanan dan ketakwaan

Dunia pasti runtuh, sekarang ataupun nanti

Yang tersisa hanyalah buku catatan amal perbuatan kita

Yang kelak akan dipertanggungjawabkan

Bukan oleh orang lain

Tapi oleh masing-masing diri.. 


~Monice~

Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Pengunjung Blog

Labels

A EKMET (1) A MACRO (1) A MATEK (1) A MENULIS (1) A MICRO (1) ENGLISH (13) ISLAMI (9) KISAH (24) KUE (2) KULINER (3) LEARNING (23) MONICLENS (8) MY CREATION (12) MY LOVELY FAMILY (17) Menjahit (6) NGAJI (1) NOSTALGIA (14) PUISI (7) RESENSI FILM (6) STORY (39) TAJWID (1) TESTIMONI (2) TIPS dan TRICK (16) TRAVELLING (40) TSAQOFAH (1) Umar (17)

Alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Monica Oktavina. Powered by Blogger.

Blog Archive

Flag Counter

Flag Counter

About Blogger

Hello guys, I am a mother of two kids, hopefully this blog useful for you, do not forget to follow this blog to get more information ^_^ (Instagram: moniceoktavina12. Youtube: Monica Oktavina) Contact Us: moniceoktavina@gmail.com

PRIVACY POLICY

Copyright © Monice and Family | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com