Qodarullah..
Di saat sedang berhemat karena harus membayar hutang dan sekolah anak. Begitu kami pulang dari mudik, ada orang yang merusak toren kami.
Hmm..
Sebenernya mungkin terlihat sepele masalahnya, tetapi itu artinya kami harus membayar lebih untuk setiap air yang keluar karena tidak tertampung di toren. Yang biasanya air mengalir 1-2 kali sehari, dengan adanya toren yang dirusak, pengeluaran listrik kami tentunya lebih boros. Di saat itulah sy memutuskan untuk berhemat.
Ingin rasanya mencari penghasilan tambahan, karena uang bulanan kami semakin menipis untuk bisa menabung dana darurat. Apalagi nanti Maira akan masuk ke SDIT yang SPP bulananannya 550rb. Jujur, bukan karena gengsi sy ingin memasukkan anak2 ke SDIT. Tapi, terasa sangat jauh berbeda kualitas sekolah swasta low budget dengan sekolah swasta medium budget.
Pun juga kalau dibandingkan dengan sekolah elit, sekolah anak saya masih tergolong menengah. Namun, fasilitas komputer dll cukup baik. Hmm.. Seandainya sekolah seperti itu merupakan standar sekolah di Indonesia. Ga terbayang seberapa besar IPM dan kualitas anak2 di Indonesia. Sangat miris jika membandingkan sekolah swasta dengan sekolah negeri. Tapi, mungkin ini berlaku untuk SD. Semakin ke atas rasanya sekolah negeri juga masih jadi unggulan sekolah favorit. Yah, sy terbesit untuk menyekolahkan anak saya di MAN pasca lulus SMPIT.
Penghasilan tambahan sy coba2 menjadi affiliator meskipun jarang ada yang CO. Tapi saya harus tetap semangat!!!
Yah begitulah sekelumit cerita hari ini, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Nya. Dijauhkan dari orang2 yang merusak dan berniat jahat. Semoga rejeki nanti di ganti dengan yang lebih baik. Aamiin aamiin ya Robbal'alamiin.
















