Read More

Slide 1 Muhammad Umar Widianto

My Baby Boy Umar
Read More

Slide 2 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo
Read More

Slide 6 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo
Read More

Slide 3 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo
Read More

Slide 4 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo
Read More

Slide 5 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo
Read More

Slide 6 Pulo Cinta

Wisata Pulo Cinta Boalemo

Monday, 12 February 2018

Cake Chiffon Coklat

      Kemarin pas hubby bertambah usia, aq iseng2 bikin cake chiffon cokelat. Resep dari justtryandtaste.com, sekali nyoba langsung endeus banget. Aq ngerasa rasanya kayak cake2 artis, haha lebay. Mungkin karena kalo bikin bolu biasanya rasanya biasa aja..tapi kali ini memang enak bgt di lidah. Malah istrinya yg banyakan makan cakenya dibanding yg punya hajat, wkwk. Insya Allah kapan2 mau bikin lagi kalau ada waktu luang. Memang kalau bikin cake harus diniatin 1 hari sebelumnya, kalo ga biasanya ga jadi2 bkin cake hehe. Mungkin juga kalau biasanya kan aq bikin cake telurnya langsung dikocok, nah kalau chiffon ini putih dikocok sendiri, kuningnya dikocok sendiri (makanya lebih nyiffon di lidah :D). Dan pakenya minyak goreng ga pake mentega. Sebenernya resepnya itu pake krim mocca, berhubung ga punya whipped cream jadi ya toppingnya cuma coklat batang pink yang dilelehin trus dikasih keju. Terus ga pake air kopi juga karena ga punya stok kopi (diresep chiffonnya coklat mocca). Kemarin juga stok telur tinggal 4, jadi semua bahan saya kali dengan 4/6 hehe. Sebenarnya resep bisa dilihat di webnya jtt, cm karena kepanjangan jadi sy ringkas, soalnya kalau mau bikin lagi tinggal lihat resep ini..Cuz aja ke resep ya..

Bahan:

Bahan I (bahan dasar)
  • Tepung terigu (200gr/13sdm)
  • Tepung maizena ( 45gr/3sdm)
  • Baking powder double acting sy pake merk hercules (2sdt)
  • Coklat bubuk (30 gr/2sdm)
  • Garam (1sdt)
  • Kuning telur (6 butir)
  • Gula bubuk (150gr=10sdm)
  • Minyak sayur (120ml=1 gelas)
  • Vanilla (kalau ini sy skip)
  • Air kopi (sy skip)
Bahan II (meringue)

  • Putih telur (6 butir)
  • Gula bubuk (150gr =10sdm)
Bahan III (krim mocca): (sy skip)
  • Gula pasir (50gr=3,5sdm)
  • Coklat bubuk (15gr=1sdm)
  • Kopi instan (1sdt)
  • whipping cream (240ml=2gelas)
Cara membuat:
  1. Campur bahan I yang kering: tepung terigu, tepung maizena, baking powder, coklat bubuk, garam. Sampai kita yakin benar2 sudah tercampur rata.
  2. Panaskan oven: 180 derajat, api sedang, 40 menit.
  3. Sebenarnya yang pertama kali dikocok itu bahan I, hanya saja krn sy ga punya lagi loyang besar jadi sy mixer dulu bahan II yaitu putih telur sama gula bubuk sampe kayak cream soft peaks (kaku).Terus saya pisahin ke mangkok.
  4. Saya mixer lagi bahan I, caranya: kuning telur, minyak, gula bubuk dimixer. Terus tepung campur diayak diatasnya (dituang sedikit2) sampai habis.
  5. Setelah tercampur rata, sy tuang bahan II pertama 1 sendok dulu, trs dituang sebanyak 3 kali (tidak sekaligus) sampai habis.
  6. Pastikan semua adonan suda tercampur rata. Masukkan ke dalam oven yang sudah terlebih dulu dipanaskan tunggu selama 40 menit.

Ini dia kuenya....saya memang belum pandai bikin toping-toping di atasnya nanti kalau ada kesempatan insya Allah mau bikin toping-toping yang menarik deh...Selamat mencoba ^^



Tips:
1. Kalau bingung pakai takaran gr, bs dikonversi ke sendok (1 sdm=15gr)
2. Supaya kue ga lengket, sy lapisi cetakan dengan margarin dan tepung terigu bagian dasar sama yang deket bagian yg bolong (sampingnya ga usah). Kemarin pas nyoba langsung lepas dengan sempurna
Read More

Thursday, 11 January 2018

2018, trying to be better

Ga terasa sudah memasuki awal tahun 2018, dengan segenap rutinitas di 2017 yang benar-benar padat. Bahkan akhir tahun berasa pertengahan tahun karena beberapa pekerjaan yang masih belum terselesaikan. Terkadang sempat terpikir apakah akan selalu begini terus, meninggalkan anak dengan orang 'lain' di rumah, sementara saya harus bekerja yang memang bukan kewajiban saya. Hmm..mungkin kegalauan ini bukan hanya saya saja yg merasakannya, sy yakin ibu-ibu karier di luar sana juga merasakan hal yang sama. Dilema tak berkeujungan saat memiliki anak yang masih kecil di bawah umur 5 tahun.

Awal tahun ini sy pun cukup kaget mendengar berita bahwa teman saya resign dari pekerjaannya. Padahal kalau menurut sy bisa saja bayinya diasuh oleh neneknya, karena kebetulan masih 1 pulau. Tapi dy memilih untuk resign dari pekerjaannya atas pertimbangan darinya dan suaminya. Menurut saya itu adalah sebuah langkah yang cukup berani, yang mungkin tidak semua orang bisa melakukannya. Dengan gaji yang lumayan di perusahaan swasta dan lingkungan pekerjaan yang welcome. Tapi yaa begitulah pilihan, semua ada resikonya. Resiko banyak yang menyayangkan mungkin dari pihak keluarganya sendiri. Di sisi lain, sy bukanlah termasuk yang menyayangkan tetapi yang amat sangat mendukung keputusannya. Karena sy juga berada di posisi tersebut, hanya saja keadaan yang membuat saya tidak berani mengambil langkah ekstrem itu.

Saya tidak tega membayangkan wajah kedua orang tua saya yang kecewa apabila saya salah menentukan keputusan. Tapi wajah umar yang begitu polos senantiasa terbayang-bayang setiap saya bekerja, apakah di rumah dy baik-baik saja dengan pengasuhnya. Apakah sudah cukup susunya, apakah makannya banyak atau sedikit, apakah dia bermain dengan baik atau hanya ditidurkan saja sementara pengasuh sibuk yang lain. Aahh saya tidak mau membayangkan yang aneh-aneh, walaupun itu adalah sesuatu hal yang amat sangat mungkin terjadi.

Saya tahu saya egois terhadap anak saya sendiri, tapi apa daya memakan buah simalakama itu memang ga enak banget. Dengan mengatasnamakan profesionalisme, saya telah melewatkan masa-masa emas anak saya. Tapi saat ini saya merasa sangat bersyukur karena saat jam istirahat kantor saya masih bisa pulang ke rumah dan menyuapinya makan. Sabtu minggu fulltime buat anak saya. Saya tahu seorang anak tidak akan selamanya kecil, kelak dy akan tumbuh dewasa dan tidak lagi membutuhkan pengawasan dari sayà. Tetapi terkadang pengen banget di rumah saja jadi ibu rumah tangga biasa.. Saya berjanji jika suatu saat saya memiliki anak perempuan, saya tidak akan membebaninya untuk menjadi wanita kantoran bahkan mungkin saya yang pertama kali menyetujuinya jika dia harus resign dari pekerjaannya. Karena saya tidak mau, dia juga merasakan hal yang sama seperti saya. Menjadi ibu rumah tangga dengan karier di rumah tanpa harus meninggalkan rumah itu yang akan saya tanamkan kepada anak saya kelak..Karena rezeki bisa datang dari mana saja, malaikat Mikail yang diutus Allah tidak akan pernah salah menyampaikan rezeki yang telah ditulis di Lauhul Mahfudz.

Di tahun 2018 ini, saya harus berusaha menjadi istri dan ibu yang lebih baik lagi. Saya hanya bisa berharap Allah senantiasa memberikan pertolongan-pertolongan Nya dari arah manapun. Karena tanpa pertolongan Nya sy tidak akan pernah sanggup menjalani kehidupan ini....



Read More

Saturday, 9 September 2017

Kerinduan Malam

Jam menunjukkan pukul 00.00 wita. Aku terbangun dari lelap tidurku, aku melihat sesosok teduh itu membawakan sebuah baki putih berisi segelas jus alpukat dan sepiring nasi goreng favoritku. Akupun tersenyum simpul senang sekali, terima kasih sayang....Namun, selang beberapa detik jus alpukatku menghilang, nasi goreng super pedas itu lenyap dari pandanganku. Dan sosok teduh itu tiba-tiba saja pergi entah kemana. Mas..mas..hmm ternyata aku hanya bermimpi..

Aku melihat anakku sedang tertidur lelap di sampingku. Wajah polosnya membuatku melupakan sejenak kesedihanku, sedih yang berulang ketika suamiku pergi menjalankan tugasnya di luar kota. "Darrrr...tiba-tiba terdengar suara petir di luar". Di luar sedang hujan deras, deras sekali. Aku pun menarik selimutku kembali, udara sangat dingin pasti di luar.

Kembali aku teringat akan suamiku, suami yang biasanya selalu standby siap sedia di kala aku meminta sesuatu. Meminta ini, itu pasti akan dibelikannya. Hmm..tak terasa air mata ini berlinang. " Ya Allah, aku ingin suamiku pulang"..Rasanya tak mungkin hari ini suamiku pulang, karena masih banyak yang harus dia cacah. Mungkin lusa baru dia bisa pulang..

"Krekk", pintu pagar berbunyi. Apa aku yang salah dengar, apa aku berkhayal lagi. Ini benar-benar sudah dini hari. Bukan, itu pasti bukan suamiku yang pulang. Itu pasti hanya suara angin. Suara motor masuk ke dalam teras, diikuti suara pintu samping yang didorong. Ya Allah, apakah aku sudah masuk ke alam mimpi lagi?. Aku pun mencoba memejamkan mata untuk kesekian kalinya.

Dan ternyata, diam-diam sosok tinggi itu tengah bersin-bersin di dapur. Yah benar suamiku datang! Kasihan, pakaiannya basah kuyup terguyur air hujan. Aku sedang tidak bermimpi, ya itu benar suamiku. Seketika rasa kesedihan itu berubah menjadi damai, malam ini hatiku terasa tentram sekali. "Alhamdulillah ya Allah, aku sangat senang senang sekali".

Read More

Monday, 4 September 2017

Kekuatan Do'a

Lama banget tidak menyapa sobat bloggerku..

Assalamu'alaykum Wr Wb
Alhamdulillah sampai dengan hari ini sudah 700 ribu lebih pengunjung yang mampir ke blogku. Mudah-mudahan artikel saya bermanfaat ya..hehe. Btw saya baru tahu ada aplikasi blogger di playstore, jadi saya bisa lebih update nih. Tapi tetep curi-curi waktu sebagai seorang ibu pekerja dengan kesibukan yang padat merayap. Alhasil ya harap dimaklumi aja ya sobat..hehehe.

O ya sekarang anakku umar udah 14 bulan dan udah ga bisa diam. Dia udah bisa jalan (tapi masih takut-takut). Kata ayahnya sih udah 12 ubin. Lumayan jauh juga yaa..sebagai ibu aku seneeng banget melihat tumbuh kembang buah hatiku. Umar termasuk tipe anak yang aktif banget. Rasa penasarannya tinggi. Dia suka bermain-main dengan benda-benda yang baru. Dia suka kertas, tapi ya gitu kertasnya dirobek-robek . Pokoknya seru banget punya baby umur segini. Ga boleh meleng dikit pokoknya...

Pernah nih ya..aku tinggal sebentar, eh si doi uda tiba-tiba di dapur sambil mainan piring. Shock! Merangkaknya pun udah cepet banget mungkin 20km/jam (halah).
Kayaknya umar butuh temen bermain deh, kasian dia suka mainan sendiri. Umar mau punya adik ya? Upz..

Hmm..ya beginilah proses kehidupan, dari yang awalnya single, menikah, punya anak 1, 2...itu memang sudah takdir Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Kekuatan apalagi yang bisa kita tempuh selain kekuatan do'a. Alhamdulillah selama ini do'a-do'aku senantiasa diijabah Allah yang Maha Pengasih. Mungkin the next do'a yang harus kuat aku panjatkan adalah do'a minta pindah. Coz, jauh-jauhan sama ortu itu 'Gak enak'. Mau pulang, mahal bingit apalagi sekarang udah beranak pinak.

Beruntunglah wahai saudara-saudaraku yang bisa hidup berdekatan dengan orang tua. Jangan sia-siakan orang tuamu, insya Allah akan menjadi berkah buatmu...
Tapi aku tetap harus bersyukur, soalnya kalau kita melihat ke atas yang ada hanya mangkel, iri, dengki. Coba kita lihat ke bawah, mungkin banyak orang yang ingin berada di posisi kita saat ini....Allah Allah Allah sebutlah jika kita dalam keadaan susah maupun senang. Insya Allah, Dia tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuan hamba Nya...
Monice
Read More

Wednesday, 14 June 2017

Single grid @jepret.indah 14 juni 2017

Saya memang suka foto tapi ga hobi-hobi banget. Cuma saya sering mendokumentasikan hal-hal yang penting dalam hidup saya. Dan menuangkannya dalam blog ini, hehe..btw akhir-akhir ini saya suka sekali lihat akun instagram yang berisi jepretan para instagrammer dan itu Masya Allah bagus2 banget. Bakat para fotografer memang luar biasa. Baik dari angle2 mengambil foto, properti yang mendukung maupun mungkin menggunakan kamera dslr yg bagus dan mehong. Mupeng sih punya kamera dslr, nanti minta ijin paksu dulu deh (semoga dikasih)..

Ini kali kedua saya ikutan lomba foto di akun instagram @jepret.indah. Yang pertama dengan hastag #ji_segelastehmanis dan yang kedua #ji_aksesorishijab. Alhamdulillah foto saya yang kedualah yang terpilih menjadi single grid oleh @jepret.indah. Rasanya apa ya? Hmm..seneng sih apalagi saya pakenya cuma kamera hp hehe..dan puluhan foto-foto yang bagus itu terkadang membuat saya agak keder seperti jepretan saya yang pertama yang ga masuk dalam daftar pilihan @jepret.indah maupun sponsor.

Kalo tentang brosnya, saya memang suka banget sm bros itu saking sukanya sampe cuma dimuseumkan ga dipake. Hehe..saya buatnya pas belum hamil umar, udah lama banget kan ya..waktu itu iseng2 bikin, jadinya kok bagus. Hehe..dan karena belum niat mau bikin lagi jadi untuk sementara saya simpan dulu mungkin akan saya pakai ke kondangan aja hehe

Insya Allah mau ikutan lagi kontes2 foto siapa tahu menang lagi, dan paksu segera membolehkan beli kamera dslr, hihihi. Udah gitu aja met bobo sobat..


Alhamdulillah single grid 

Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Pengunjung Blog

Subscribe

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Monica Oktavina. Powered by Blogger.

Flag Counter

Flag Counter

Blog Archive

Followers

PRIVACY POLICY

About Blogger

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl Semoga blog ini bermanfaat, selamat membaca ^_^ Contact Us: moniceoktavina@gmail.com
Free Backlinks

Copyright © Monice and Family | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com