Tuesday, July 21, 2015

Berkunjung Ke Tanah Lot, Tabanan, Bali

Assalamu'alaykum Wr Wb,
Kami berkunjung ke Tanah Lot, setelah lebaran hari ketiga yaitu pada tanggal 20 Juli 2015. Hari sebelumnya kami silaturrahmi ke rumah nenek di Pengambengan, Jembrana. Setelah halal bihalal bersama nenek, datuk dan saudara-saudara di kampung, kami pun pamit untuk pulang ke Denpasar. Hanya saja kami menyempatkan diri ke daerah destinasi wisata Tanah Lot (memang direncanakan dari awal, hehehe). Letak kawasan Tanah Lot sekitar 20-30 km dari arah Denpasar. Untuk menuju Tanah Lot, kita bisa menggunakan motor atau mobil pribadi. Namun, jika rombongan bisa menggunakan bus pariwisata. Dari perempatan kota Tabanan kita bisa mengambil arah kiri (jika dari arah Denpasar), sedangkan arah kanan (jika dari arah Jembrana). Terdapat plank-plank hijau di jalan yang merupakan petunjuk arah menuju lokasi Tanah Lot, atau sobat bisa juga menggunakan aplikasi Google Maps.




Sesampainya di lokasi Tanah Lot, kami membayar karcis masuk senilai IDR22K untuk kendaraan bermotor roda dua. Karcis itu harus dipegang terus karena nantinya akan diperiksa lagi sebelum masuk ke dalam. Kami pun memarkir motor di area parkir. Hal pertama yang dicari setekah perjalanan yang cukup jauh adalah toilet. Dekat area parkir terdapat toilet umum, dimana dikenakan tarif IDR2K untuk sekali pakai.


"Hmm....lapar nih. Gimana kalau kita makan dulu mas?"
Masih di area yang sama, terdapat banyak rumah makan dan warung makan yang menyediakan makan dan minum. Jangan khawatir buat yang muslim ada beberapa rumah makan yang sudah berlabel halal MUI. Kami memilih makan bakso untuk makan siang, semangkuk bakso yang harganya IDR20K dan teh botol dingin IDR10K. Setelah makan siang, kami pun ingin menunaikan ibadah sholat dzuhur. Lokasi ini memang jauh dari masjid, tapi jangan khawatir kita bisa sholat di musholla yang letaknya masih di area yang sama dekat rumah makan dan area parkir motor.




Setelah sholat dzuhur, kita pun masuk ke dalam tempat wisata bersama pengunjung lainnya. Awalnya kami mengira karena libur lebaran pengunjung Tanah Lot tidak begitu ramai, ternyata kami salah duga. Banyak sekali pengunjung yang berdatangan, ratusan kendaraan terparkir di area parkir. Wisatawan asing dan domestik datang ke Tanah lot untuk menikmati indahnya pemandangan alam yang eksotis ini. Pemandangan yang menakjubkan yaitu melihat indahnya laut dari atas tebing-tebing yang curam. Makanya di area sekitar tebing, diberi pembatas pagar dan papan peringatan tanda bahaya. Kita harus berhati-hati disini, apalagi bagi yang membawa anak kecil harus dijaga dengan baik agar tidak  jatuh ke jurang. 


spot pertama 
Jangan salah sobat, di Tanah Lot ini tidak hanya ada 1 pura saja. Terdapat 5 pura (atau mungkin 1 kesatuan pura) dengan 4 spot indah yang harus dikunjungi. Spot pertama adalah pura yang terletak di sebelah kanan (saya ga tahu nama puranya). Pura ini terletak di atas tebing tinggi yang menjorok ke laut dengan cekungan di bagian bawah.   Di spot pertama kita bisa mengambil foto pura-pura di seberangnya. 





spot kedua


Foto yang diambil dari spot kedua 
Spot kedua berada di sebelah kiri dari tempat awal kita datang. Di spot kedua kita bisa mengambil gambar Pura Luhur Tanah Lot dari atas tebing.


Spot ketiga
Di spot ketiga terdapat anak tangga yang bisa dituruni. Hanya saja terdapat bendera merah, dimana kita tidak boleh melewati batas itu karena sangat berbahaya jika air pasang dan ombak tinggi.






Di spot ketiga ini kami bertemu dengan turis asing yang sangat ramah. Dia menawarkan diri untuk memfotokan buat kami berdua. Dengan bahasa Inggris yang seadanya kami berbincang-bincang dengannya. Dia berasal dari Spanyol, istrinya baru datang besok. Dan dia penyuka grup sepakbola Barcelona. 

Foto pura yang diambil dari spot ketiga


Gapura Pura Luhur Tanah Lot
Ternyata pura-pura disini namanya Pura Jero Kandang, Pura Enjung Galuh, Pura Batu Bolong, Pura Batu Mejan, Pura Luhur Pekendungan. Pura-pura disini dipagari, wisatawan tidak boleh masuk sembarangan, hanya di area luarnya saja yang boleh foto-foto.
Spot keempat
Pura Luhur Tanah Lot



Jadi ceritanya ombak disini lagi tinggi karena air lautnya sedang pasang. Saat sedang asyik foto-foto ombak datang dan sepatu kami pun basah. Kami cepat-cepat naik takut ombaknya lebih besar lagi. Saya membeli sandal bali yang harganya IDR15K, lumayan biar ga dingin. Setelah puas di Tanah Lot, kami pun langsung cuz pulang ke Denpasar....Nice trip today ^_^

Bagi sobat yang berkunjung ke Bali, jangan lupa mampir ke Tanah Lot karena disini pemandangannya bagus dan keren banget. Ga ke Bali kalo belum ke Tanah Lot, hehehe. Have a nice holiday sobat.....



*Pura (baca:Pure) adalah tempat beribadah bagi Umat Hindu

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Pengunjung Blog

Labels

A EKMET (1) A MACRO (1) A MATEK (1) A MENULIS (1) A MICRO (1) ENGLISH (13) ISLAMI (9) KISAH (24) KUE (2) KULINER (3) LEARNING (23) Menjahit (6) MONICLENS (8) MY CREATION (12) MY LOVELY FAMILY (17) NGAJI (1) NOSTALGIA (14) PUISI (7) RESENSI FILM (6) STORY (38) TAJWID (1) TESTIMONI (2) TIPS dan TRICK (16) TRAVELLING (40) TSAQOFAH (1) Umar (9)

Alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Monica Oktavina. Powered by Blogger.

Blog Archive

Flag Counter

Flag Counter

About Blogger

Hello guys, I am a mother of two kids, hopefully this blog useful for you, do not forget to follow this blog to get more information ^_^ (Instagram: moniceoktavina12. Youtube: Monica Oktavina) Contact Us: moniceoktavina@gmail.com

PRIVACY POLICY

Copyright © Monice and Family | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com