Friday, April 09, 2021

Kisah Gadis Pejuang Skripsi (Menghargai Orang Lain)

Waktu menunjukkan pukul 14.00, cuaca di luar sangat panas..suhu ibukota yang begitu tinggi membuat seragam birunya penuh dengan peluh. Tapi ketika memasuki ruangan yang bersuhu 16 derajat celcius itu, semuanya terbayarkan. Dinginnya merasuk hingga ke tulang, bahkan dahaga itu sudah tidak berasa lagi..Gadis itu menunggu untuk bertemu dengan dosen pembimbingnya. Semua naskah dan draft Bab I sudah di dalam tas berwarna coklatnya. Dia datang bersama teman satu bimbingannya, dengan waktu yang sudah disepakati dengan dosen itu. Sang dosen begitu sibuk, sehingga mereka yang harus mengikuti jadwalnya...

Detik demi detik berlalu, gadis itu melihat ke arah dosen yang sedang mengecek draft temannya, dan memberikan pemahaman yang begitu mendetail. Sambil mengangguk-ngangguk dan sesekali membaca ulang draft yang ada di tangannya. Apa yang harus dia utarakan, latar belakang, rumusan masalah dan tujuan dari penelitian yang akan dia lakukan. Sebenarnya dia masih ragu untuk mendapatkan datanya, tapi dia terus berpikir bagaimana untuk menyelesaikan skripsinya. Yang bisa dia lakukan adalah mengikuti proses, yah walaupun begitu rumit dan penuh dengan perjuangan...Berjuang karena dosen itu tidak standby di kampus, gadis itu menempuh kilometer yang cukup jauh, dengan kocek tidak sedikit yang harus dia keluarkan untuk membayar tiket bus transjakarta. Mungkin terlihat murah, tapi kala itu tiket PP bisa untuk makan 1 hari, maklumlah anak kosan..

Gadis itu melihat ke arah dosen itu lagi, dia teringat dulu dia pernah bercita-cita punya dosbing seperti bapak itu. Karena beliau begitu pintar menjelaskan tabel-tabel yang sulit untuk dimengerti dengan bahasa yang begitu membumi. And you know, it becomes real! here we are..ga nyangka aja sih bakalan beneran jadi dosbing, yah apalah saya cuma remah-remah rengginang dalam toples Kongguan "ujar gadis itu dalam hati. 

Setelah 1 jam kemudian, "Alhamdulillah sekarang giliranku"..

Terlihat sang dosen berdiri ke arah tempat duduknya.

Sambil tersenyum simpul, Gadis itu dengan semangat akan menyerahkan draft skripsinya, namun tiba-tiba...

"Kita lanjut minggu depan saja ya, saya lagi sibuk.."

Jeng jeng jeng. Rasanya nyess dalem banget, sakiiiiit........

Mata gadis itu sudah berkaca-kaca, dia tidak bisa berkata ya atau tidak. Mungkin bisa saja dia berkata "Pak, jangan gitu dong saya udah nunggu sejam lebih, panas-panasan naik bus, masa minta waktunya barang beberapa menit ga bisa!!!". Tapi...lidahnya kelu, dia ga bisa berkata apa-apa, sambil meratapi draftnya yang dia print menggunakan catridge yang baru saja dia isi ulang di venetta. Gadis itu menghela nafas panjang...dia berdiri dan melangkah ke luar ruangan. Rasanya nyesek sampai di tenggorokan, dia berkata "pak, ini draft bab I saya, permisi, Assalamu'alaikum". Tanpa melihat wajah sang dosen ia berlalu meninggalkan ruangan itu karena air matanya sudah hampir tumpah. Terdengar sayup-sayup dari ruangannya sang dosen berkata "hai, kamu marah ya?". Tanpa jawaban, gadis itupun berderap meninggalkan ruangan itu, dan air matanya sudah tidak terbendung lagi....

************************

Apa yang dirasakan gadis tadi, mirip sekali rasanya ketika kamu butuh jawaban akan hal yang menurut kamu penting tetapi menurut orang lain ga penting. Terus pesan/WA kamu hanya didiamkan berjam-jam, kemudian di read saja tanpa dibalas. Nyesek ga? Dan lebih nyesek lagi ketika dia membalas chat di WA grup. 😓 Jadi hikmahnya adalah jangan pernah meremehkan orang lain walaupun menurut kamu dia orang yang tidak penting sekalipun, bahkan mungkin pembantumu atau nenek kumuh di jalanan sekalipun. Karena mereka adalah manusia, setiap manusia butuh dihargai. Setidaknya jikapun kamu tidak bisa membalas saat itu kamu bilang "maaf sebentar ya". Jangan sampai orang lain menganggap kamu adalah orang yang tinggi hati, angkuh dan semena-mena terhadap orang lain yang mungkin saat itu adalah hal yang penting menurut dia..Kamu bisa menggunakan kata "MAAF" untuk mengatakan kamu tidak bisa...

Ketika kamu belajar menghargai, maka di saat itulah kamu akan dihargai, tetapi jika kamu sudah mulai tidak menghargai maka di saat itulah ada orang yang tersakiti dan suatu saat kamu akan diperlakukan yang sama. Berikan alasan jika kamu merasa memang kamu tidak mau membalas, atau apalah,. Jangan hanya berdiam saja. Ingat bahwasanya, kamu tidak selamanya di atas, ada saat dimana kamu di bawah dan ketika kamu butuh orang lain. Semoga ini menjadi pelajaran kita semua untuk menghargai sesama......



_Monice

Artikel Terkait

1 comment:

  1. ketika kamu menghargai orang lain maka kamu akan di hargai oleh orang lain

    ReplyDelete

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Pengunjung Blog

Labels

A EKMET (1) A MACRO (1) A MATEK (1) A MENULIS (1) A MICRO (1) ENGLISH (13) ISLAMI (9) KISAH (24) KUE (2) KULINER (3) LEARNING (23) Menjahit (6) MONICLENS (8) MY CREATION (12) MY LOVELY FAMILY (17) NGAJI (1) NOSTALGIA (14) PUISI (7) RESENSI FILM (6) STORY (38) TAJWID (1) TESTIMONI (2) TIPS dan TRICK (16) TRAVELLING (40) TSAQOFAH (1) Umar (9)

Alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Monica Oktavina. Powered by Blogger.

Blog Archive

Flag Counter

Flag Counter

About Blogger

Hello guys, I am a mother of two kids, hopefully this blog useful for you, do not forget to follow this blog to get more information ^_^ (Instagram: moniceoktavina12. Youtube: Monica Oktavina) Contact Us: moniceoktavina@gmail.com

PRIVACY POLICY

Copyright © Monice and Family | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com